skuad spanyol di piala eropa 2020

Profil Skuad Spanyol di Piala Eropa 2020 – Juara Piala Eropa edisi 2008 dan 2012, Spanyol akan mengikuti Piala Eropa ke-10 mereka di ajang Euro 2020, musim panas nanti. Timnas berjuluk La Furia Roja ini berada dalam perlindungan badan sepakbola Spanyol, Real Federación Española de Fútbol (RFEF). Spanyol biasanya memainkan laga kandangnya di stadion milik Real Madrid, Santiago Bernabéu.

Pada tahun 2010 kemarin, timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia yang membuat mereka menjadi tim Eropa pertama yang menggondol gelar Piala Dunia di luar Eropa. Spanyol juga sukses meraih juara back-to-back UEFA Euro pada tahun 2008 dan 2012. Beberapa pengamat bahkan pernah menilai bahwa skuad Spanyol tahun 2008 hingga 2012 adalah skuad internasional terbaik di dunia.

Profil Timnas Spanyol di Euro 2020

Sukses melalui babak kualifikasi, Spanyol kini tergabung dalam Grup E di babak penyisihan Grup UEFA Euro 2020. Dalam grup ini, Spanyol akan berada dalam satu grup dengan Polandia dan Swedia. Sementara itu, satu tim lain yang akan menempati Grup E akan diperebutkan oleh Bosnia Herzegovina, Irlandia Utara, Skotlandia dan Republik Irlandia.

Di Grup E, Spanyol akan menjalani semua pertandingan di markas mereka, San Mamés. Perjalanan Spanyol di Grup E akan dimulai dengan menghadapi Swedia pada 16 Juni 2020. Pada tanggal 21 Juni, mereka akan menantang Polandia. Sementara di laga pamungkas, La Furia Roja akan menghadapi tim yang lolos ke Grup E melalui jalur play-off.

Selama melakoni babak kualifikasi kejuaraan Eropa, Spanyol mengalami perjalanan yang terbilang mulus. Saat diasuh Robert Moreno, Spanyol mampu menjuarai Grup F babak kualifikasi dengan koleksi 26 poin dan catatan tak terkalahkan dalam sepuluh laga. Dalam dua laga awal, Spanyol sukses menaklukkan Norwegia dan Malta dengan skor masing-masing 2-1 dan 0-2.

Dalam tiga pertandingan berikutnya, Spanyol kembali meraih kemenangan, masing-masing atas Kepulauan Faroe , Swedia dan Rumania. Tren positif Spanyol sempat sedikit terganjal dengan adanya hasil imbang melawan Norwegia dan Swedia. Namun, pada dua laga terakhir, mereka mengamuk dengan menghajar Malta dengan skor 7-0 dan dengan menaklukkan Rumania lewat kemenangan 5-0.

Penjaga Gawang

Saat ini, timnas Spanyol sudah tak lagi diasuh oleh manajer mereka di babak kualifikasi, Robert Moreno. Spanyol kini akan ditangani oleh sang mantan pelatih, Luis Enrique. Namun, tak banyak perubahan dalam skuad yang akan dibawa berlaga nanti. Untuk sektor penjaga gawang sendiri, Enrique telah memilih tiga kiper yang saat ini bermain di dua kompetisi berbeda.

Ketiga kiper yang akan dibawa Enrique adalah David de Gea (Manchester United), Kepa Arrizabalaga (Chelsea), dan Pau López (AS Roma). Kiper Manchester United David de Gea bisa dibilang punya pengalaman yang lebih baik dari Kepa. Namun, belakangan ini, Kepa lebih sering ditempatkan di sektor penjaga gawang dbanding De Gea.

Meski begitu, penampilan Kepa belakangan ini terlihat sedang menurun. Hal ini mungkin akan membuat Luis Enrique memikirkan untuk kembali memainkan De Gea. Sementara itu, Pau López sendiri adalah kiper andalan AS Roma di musim 2019-2020 ini. López tercatat sudah bermain 23 kali di Serie A, dua kali di Coppa Italia dan lima kali di Europa League.

Pemain Bertahan

Untuk membantu peran penjaga gawang, sekitar delapan defender terbaik telah disiapkan Luis Enrique dalam menghadapi Euro 2020 nanti. Kedelapan pemain ini adalah pemain yang berusia di atas 25 tahun. Nama-nama lama seperti Sergio Ramos (Real Madrid), Raúl Albiol (Villarreal) dan Daniel Carvajal (Real Madrid) masih akan mengisi pos ini.

Selain nama-nama lama, deretan pemain bertahan Spanyol juga akan diisi oleh para pemain berpengalaman lain seperti Iñigo Martínez  (Athletic Bilbao) dan José Gayà (Valencia). Ada juga pemain debutan seperti Pau Torres (Villarreal) yang akan dibawa Enrique. Bagi Torres, ini akan jadi kompetisi resmi pertamanya bersama timnas Spanyol.

Sang kapten sekaligus defender Spanyol, Sergio Ramos akan menjadi sorotan para pendukung di lini belakang La Furia Roja. Terhitung sejak debutnya pada tahun 2005, Ramos telah catatkan 170 penampilan bersama Spanyol. Ia juga telah membela tim ini pada tiga edisi Piala Eropa sebelumnya, yakni edisi tahun 2008, 2012 dan 2016.

Sektor Lapangan Tengah

Sementara itu, untuk mengisi para pemain tengah, Luis Enrique sepertinya ingin memberikan pengalaman kepada para pemain muda Spanyol. Terbukti, dari delapan pemain yang dibawa, enam di antaranya adalah pemain yang berusia di bawah 30 tahun. Hanya ada dua gelandang senior yang akan dibawa Enrique, yakni Sergio Busquets (Barcelona) dan Santi Cazorla (Villarreal).

Lini tengah La Furia Roja juga akan kembali diisi oleh pemain muda yang sudah cukup berpengalaman. Beberapa di antaranya adalah Thiago Alcântara (Bayern München), Saúl Ñíguez (Atlético Madrid), Pablo Sarabia (Paris Saint-Germain) dan Rodri (Manchester City). Dua nama debutan seperti Fabián Ruiz (Napoli) dan Dani Olmo (Leipzig) juga akan dibawa dalam kompetisi Piala Eropa 2020 edisi kali ini.

Barisan Penyerang

Tajamnya para penyerang dalam sebuah tim sepakbola tentu dapat mendongkrak prestasi tim tersebut. Karenanya, untuk UEFA Euro 2020 nanti, Luis Enrique tak mau main-main dalam memilih para juru gedor timnya. Enrique akan membawa lima pemain yang semuanya berasal dari La Liga Spanyol.

Spanyol hanya akan memiliki seorang penyerang senior, yakni Jesús Navas (Sevilla) dalam skuadnya. Ada pula dua penyerang lain, yakni Álvaro Morata (Atlético Madrid) dan Mikel Oyarzabal (Real Sociedad). Selain itu, lini depan Spanyol juga akan diperkuat duo Villarreal, Paco Alcácer dan Gerard Moreno.

Berbicara soal kualitas, empat nama penyerang terakhir tentu bukan para penyerang sembarangan. Mikel Oyarzabal belakangan ini dikenal dengan julukan ‘The Next Griezmann’. Morata adalah top skorer sementara klub. Moreno adalah pencetak gol terbanyak La Liga ke-4, sedangkan Alcácer salah satu top scorer Bundesliga musim 2018-2019.

Formasi dan Gaya Bermain Timnas Spanyol

Mengenai gaya bermain Spanyol, para pecinta bola tentu sudah paham taktik apa yang sering diterapkan oleh tim nasional ini. Yap, tiki-taka, adalah taktik populer yang sering digunakan oleh Barcelona dan timnas Spanyol. Namun, di tangan Luis Enrique, strategi tiki-taka yang ia gunakan agak berbeda dengan strategi tiki-taka yang sebelumnya.

Permainan tiki-taka milik Enrique biasa disebut dengan permainan ‘Vertical Tiki-Taka’. Strategi ini sejatinya hampir serupa dengan taktik tiki-taka biasa. Hanya saja, umpan-umpan yang diperagakan Vertical Tiki-Taka sedikit lebih cepat dari skema tiki-taka biasa. Dalam permainan Vertical Tiki-Taka, para pemain dituntut untuk mampu menyerang secara langsung, namun tetap menguasai ball posession.

Luis Enrique juga gemar menerapkan skema 4-1-4-1 dalam timnya. Dalam skema seperti ini, seorang gelandang akan ditempatkan untuk membantu pertahanan. Selain itu, akan ada dua gelandang yang ditempatkan di sayap kanan dan kiri. Di lini depan, seorang penyerang tengah diapit oleh dua penyerang lain yang bisa berposisi sebagai penyerang sayap, maupun second striker.

Dapatkan bonus menarik dengan membuat account di agen judi bola online EURO  2020