Profil Skuad Swedia di Piala Eropa 2020 – Tim nasional Swedia yang ditangani manajer pelatih Janne Andersson, telah menyelesaikan semua laga kualifikasi pada fase group Piala Eropa 2020. Dimana, Timnas Swedia tergabung di Group F bersama 5 negara eropa lainnya, seperti Spanyol, Norwegia, Rumania, Kepulauan Faroe dan Malta.

Profil Skuad Timnas Swedia 2020

Tim nasional Swedia dilatih mantan pemain internasional Swedia Janne Andersson. Swedia dikenal dengan salah satu pemain bintangnya yakni Zlatan Ibrahimovic. Kala itu, Swedia menjadi tim kuda hitam dalam menjalani laga di semua kompetisi internasionalnya terutama Piala Dunia serta Piala Eropa.

Prestasi tertinggi Swedia menjadi sebagai runner-up Piala Dunia 1958 Swedia, kala itu Swedia kalah oleh Brasil di partai final. Prestasi lainnya, Timnas yang dijuluki Blagult ini juga pernah mencapai partai semifinal Piala Eropa 1992 yang berlangsung di Swedia.

Dan kini, Timnas Swedia telah lolos ke babak grup final Piala Eropa 2020 setelah menjadi runner-up di kualifikasi fase grup. Dimana Swedia tergabung di Group E bersama 2 negara telah lolos, yakni Polandia, Spanyol dan pemenang dari playoff path B.

Federasi Sepak Bola Swedia atau disingkat SvFF, merupakan federasi Timnas Swedia yang memiliki Stadion Friends Arena berbasis di kota Stockholm. Timnas yang berjuluk The Blue Yellow ini, kini duduk di peringkat ke-17 FIFA. Mereka sempat meraih posisi tertinggi yaitu peringkat ke-2 FIFA.

Sebelumnya, Swedia sebagai runner-up di kualifikasi fase Group F dengan meraup 21 poin dengan selisih gol 14 di bawah Perancis. Pencapaian ini, merupakan upaya Janne Anderson menyusun para pemain senior yang dipadu dengan pemain talenta muda di skuad utama Swedia.

Penjaga Gawang Timnas Swedia Yang Akan Dibawa Euro 2020

Di posisi di bawah mistar Timnas Swedia, Janne Andersson akan membawa 5 penjaga gawang di babak grup final Piala Eropa. Di lini pertahanan terakhir Swedia ini, Janne masih mempercayakan kiper senior Robin Olsen 30 tahun yang tergabung dalam klub Cagliari.

Robin Olsen telah mencatat 9 kali tampil di kualifikasi fase grup, dengan melakukan 19 kali penyelamatan dan 6 kali kebobolan. Opsi lainnya ada kiper Kristoffer Nordfeldt 30 tahun dari Genclerbirligi.  Dia telah 1 kali tampil dengan 2 penyelamatan dan belum kebobolan.

Lalu ada juga opsi kiper muda seperti Isak Petterson 22 tahun yang bergabung dengan Norrkoping lalu Pontus Dahlberg 21 tahun dari Emmen. Dan opsi terakhir, yakni Peter Abrahamsson 31 tahun. Dirinya tergabung dalam klub B.K Haccen yang kini mengikuti ajang kompetisi Liga Utama Swedia.

Lini Pertahanan Atau Gelandang Bertahan Timnas Swedia

Di lini pertahanan Swedia, Janne Andersson telah mencantumkan 8 nama gelandang bertahan ke dalam skuadnya yang akan berlaga di Piala Eropa 2020. Di lini belakang, Janne Andersson mempunyai pemain andalan, yakni Victor Lindelof usia 25 tahun yang kini tergabung di klub Manchester United.

Lindelof akan ditemani pemain senior Andreas Granvist 34 tahun yang membela Helsingborg, Emil Kraft 25 tahun yang bergabung dengan Newcastle United. Lalu Filip Helander berusia 26 tahun yang membela Rangers FC, serta Ludwig Augustinson berusia 25 tahun yang tergabung bersama klub Werder Bremen.

Opsi lain ada nama Mikael Lustig 33 tahun dari klub Genk, Pierre Bengtsson 31 tahun dari klub Copenhagen, Pontus Jansson 29 tahun dari Brentford. Dan terakhir opsi pemain bek cadangan lainnya, Riccardo Gagliolo berumur 29 tahun yang bermain bersama Parma di Seri A Italia.

Gelandang Tengah Timnas Swedia

Pada sektor lini tengah Swedia, Janne Andersson memiliki 12 pemain gelandang tengah yang siap dimainkan di babak grup Piala Eropa. Sektor tengah ini menjadi perhatian Janne Andersson yang dijadikan tumpuan kekuatan Timnas Swedia menghadapi laga kejuaraan Piala Eropa 2020.

Di posisi ini, Janne Andersson akan mengandalkan Albin Ekdal, Sebastian Larsson, Sam Larsson serta Victor Claeusson di lini tengah sebagai penjaga keseimbangan tim. Ada juga beberapa pemain tengah sebagai opsi rotasi di lini tengah Swedia, seperti pemain muda Dejan Kulusevski 19 tahun dari Parma.

Di bangku cadangan lini tengah masih ada Robin Quaison, Kristoffer Olson, Gustav Svensson, Ken Sama, Alexander Isak, Muamer Tankovic, Jakop Johansson. Dan opsi terakhir lini tengah ada Markus Rohden 28 tahun yang membela Fronsinone serta Alexander Fransson dari klub Norrkoping.

Lini Depan Atau Gelandang Serang Timnas Swedia

Pada lini depan, setelah Zlatan Ibrahimovic gantung sepatu, para penyerang timnas Swedia yang ada sampai saat ini belum menunjukan kualitasnya. Namun, Janne Andersson mempunyai 4 nama pemain striker andalannya dalam mencetak skor kemenangan bagi Timnas yang dijuluki The Blue Yellow ini.

Salah satunya ada penyerang selalu diandalkan di lini depan oleh Janne Andersson yaitu Marcus Berg berusia 33 tahun yang membela klub Krasnodar. Sedangkan Emil Forsberg berusia 28 tahun yang tergabung RB Leipzig sering kali diduetkan bersama Berg di sektor lini depan.

Pada opsi cadangan, ada striker Jhon Guidetti yang berusia 27 tahun yang tergabung dalam skuad Hannover menjalani laga Bundeliga Jerman. Dan opsi terakhir cadangan lini depan Swedia, ada gelandang serang Sebastian Andersson berusia 28 tahun yang bergabung bersama klub Union Berlin.

Pelatih Tim Nasional Swedia

Pelatih timnas Swedia saat ini adalah Jan Olof Andersson yang berusia 57 tahun. Dirinya adalah mantan pemain internasional Swedia. Mantan pemain internasional Swedia ini, setelah pensiun memulai karir sebagai kepala pelatih klub Alets IK sejak era 1988 hingga 1989.

Prestasi tertinggi Janne Andersson yakni membawa Halmstad BK menembus final di Piala UEFA, saat itu ia menjabat menjadi assisten pelatih. Pada 2011, Andersson sukses membawa klub IFK Norrkoping melakukan comeback di 2 musim, lalu di tahun 2015 menjadi juara pasca puasa gelar.

Kemudian, Janne Andersson ditunjuk sebagai kepala pelatih Timnas Swedia di era 2016 setelah mantan pelatih Erik gagal membawa Swedia meraih prestasi internasional. Janne Andersson ditugaskan membawa Swedia berjaya kembali setelah terakhir tahun 1992.

Strategi Formasi Timnas Swedia Racikan Janne Andersson

Timnas Swedia ditangani pelatih Janne Andersson 57 tahun. Dirinya akan menyusun strategi yang tepat bagi pemainnya untuk ditampilkan dalam permainan. Janne Andersson akan menempatkan duo striker andalannya, Yang biasa diturunkan sebagai starter adalah  Quaison yang berduet dengan Berg. Mereka ditugaskan mencetak skor.

Sedangkan di lini tengah, Janne Andersson akan menempatkan 4 pemain gelandang tengah sejajar untuk keseimbangan tim dalam menyerang maupun bertahan. Pemain lini tengah yang biasa diandalkan Janne Andersson sebagai strater adalah Victor Cleasson, Albin Ekdal, Kristoffer Olsson dan Sam Larsson.

Di lini belakang dan penjaga gawang, Andersson menempatkan 4 pemain bek andalan sebagai starter yakni Lindelof, Helander, Grantvist dan Karth. Dan di bawah mistar gawang, Andersson mengandalkan Robin Olsen benteng terakhir Swedia agar tidak mudah kebobolan.

Timnas yang berjuluk The Blue Yellow  ini akan tampil dengan formasi 4 – 4 – 2. Racikan pola strategi tersebut dinilai Janne Andersson paling tepat. Hal itu terbukti pada saat menjalani laga kualifikasi Piala Eropa fase group, Tim nasional Swedia mampu menghadapi Timnas Perancis walau harus menelan kekalahan.

Prediksi Timnas Swedia Di Babak Group Final Piala Eropa 2020

Pada pertandingan laga perdana di Group E, Swedia akan menghadapi Spanyol pada tanggal 16 juni 2020 di Stadion San Mames. Prediksi Timnas Swedia di Piala Eropa kali ini, mereka akan terhenti di putaran 8 besar walau menargetkan hingga partai final.


Profil Skuad Spanyol di Piala Eropa 2020 – Juara Piala Eropa edisi 2008 dan 2012, Spanyol akan mengikuti Piala Eropa ke-10 mereka di ajang Euro 2020, musim panas nanti. Timnas berjuluk La Furia Roja ini berada dalam perlindungan badan sepakbola Spanyol, Real Federación Española de Fútbol (RFEF). Spanyol biasanya memainkan laga kandangnya di stadion milik Real Madrid, Santiago Bernabéu.

Pada tahun 2010 kemarin, timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia yang membuat mereka menjadi tim Eropa pertama yang menggondol gelar Piala Dunia di luar Eropa. Spanyol juga sukses meraih juara back-to-back UEFA Euro pada tahun 2008 dan 2012. Beberapa pengamat bahkan pernah menilai bahwa skuad Spanyol tahun 2008 hingga 2012 adalah skuad internasional terbaik di dunia.

Profil Timnas Spanyol di Euro 2020

Sukses melalui babak kualifikasi, Spanyol kini tergabung dalam Grup E di babak penyisihan Grup UEFA Euro 2020. Dalam grup ini, Spanyol akan berada dalam satu grup dengan Polandia dan Swedia. Sementara itu, satu tim lain yang akan menempati Grup E akan diperebutkan oleh Bosnia Herzegovina, Irlandia Utara, Skotlandia dan Republik Irlandia.

Di Grup E, Spanyol akan menjalani semua pertandingan di markas mereka, San Mamés. Perjalanan Spanyol di Grup E akan dimulai dengan menghadapi Swedia pada 16 Juni 2020. Pada tanggal 21 Juni, mereka akan menantang Polandia. Sementara di laga pamungkas, La Furia Roja akan menghadapi tim yang lolos ke Grup E melalui jalur play-off.

Selama melakoni babak kualifikasi kejuaraan Eropa, Spanyol mengalami perjalanan yang terbilang mulus. Saat diasuh Robert Moreno, Spanyol mampu menjuarai Grup F babak kualifikasi dengan koleksi 26 poin dan catatan tak terkalahkan dalam sepuluh laga. Dalam dua laga awal, Spanyol sukses menaklukkan Norwegia dan Malta dengan skor masing-masing 2-1 dan 0-2.

Dalam tiga pertandingan berikutnya, Spanyol kembali meraih kemenangan, masing-masing atas Kepulauan Faroe , Swedia dan Rumania. Tren positif Spanyol sempat sedikit terganjal dengan adanya hasil imbang melawan Norwegia dan Swedia. Namun, pada dua laga terakhir, mereka mengamuk dengan menghajar Malta dengan skor 7-0 dan dengan menaklukkan Rumania lewat kemenangan 5-0.

Penjaga Gawang

Saat ini, timnas Spanyol sudah tak lagi diasuh oleh manajer mereka di babak kualifikasi, Robert Moreno. Spanyol kini akan ditangani oleh sang mantan pelatih, Luis Enrique. Namun, tak banyak perubahan dalam skuad yang akan dibawa berlaga nanti. Untuk sektor penjaga gawang sendiri, Enrique telah memilih tiga kiper yang saat ini bermain di dua kompetisi berbeda.

Ketiga kiper yang akan dibawa Enrique adalah David de Gea (Manchester United), Kepa Arrizabalaga (Chelsea), dan Pau López (AS Roma). Kiper Manchester United David de Gea bisa dibilang punya pengalaman yang lebih baik dari Kepa. Namun, belakangan ini, Kepa lebih sering ditempatkan di sektor penjaga gawang dbanding De Gea.

Meski begitu, penampilan Kepa belakangan ini terlihat sedang menurun. Hal ini mungkin akan membuat Luis Enrique memikirkan untuk kembali memainkan De Gea. Sementara itu, Pau López sendiri adalah kiper andalan AS Roma di musim 2019-2020 ini. López tercatat sudah bermain 23 kali di Serie A, dua kali di Coppa Italia dan lima kali di Europa League.

Pemain Bertahan

Untuk membantu peran penjaga gawang, sekitar delapan defender terbaik telah disiapkan Luis Enrique dalam menghadapi Euro 2020 nanti. Kedelapan pemain ini adalah pemain yang berusia di atas 25 tahun. Nama-nama lama seperti Sergio Ramos (Real Madrid), Raúl Albiol (Villarreal) dan Daniel Carvajal (Real Madrid) masih akan mengisi pos ini.

Selain nama-nama lama, deretan pemain bertahan Spanyol juga akan diisi oleh para pemain berpengalaman lain seperti Iñigo Martínez  (Athletic Bilbao) dan José Gayà (Valencia). Ada juga pemain debutan seperti Pau Torres (Villarreal) yang akan dibawa Enrique. Bagi Torres, ini akan jadi kompetisi resmi pertamanya bersama timnas Spanyol.

Sang kapten sekaligus defender Spanyol, Sergio Ramos akan menjadi sorotan para pendukung di lini belakang La Furia Roja. Terhitung sejak debutnya pada tahun 2005, Ramos telah catatkan 170 penampilan bersama Spanyol. Ia juga telah membela tim ini pada tiga edisi Piala Eropa sebelumnya, yakni edisi tahun 2008, 2012 dan 2016.

Sektor Lapangan Tengah

Sementara itu, untuk mengisi para pemain tengah, Luis Enrique sepertinya ingin memberikan pengalaman kepada para pemain muda Spanyol. Terbukti, dari delapan pemain yang dibawa, enam di antaranya adalah pemain yang berusia di bawah 30 tahun. Hanya ada dua gelandang senior yang akan dibawa Enrique, yakni Sergio Busquets (Barcelona) dan Santi Cazorla (Villarreal).

Lini tengah La Furia Roja juga akan kembali diisi oleh pemain muda yang sudah cukup berpengalaman. Beberapa di antaranya adalah Thiago Alcântara (Bayern München), Saúl Ñíguez (Atlético Madrid), Pablo Sarabia (Paris Saint-Germain) dan Rodri (Manchester City). Dua nama debutan seperti Fabián Ruiz (Napoli) dan Dani Olmo (Leipzig) juga akan dibawa dalam kompetisi Piala Eropa 2020 edisi kali ini.

Barisan Penyerang

Tajamnya para penyerang dalam sebuah tim sepakbola tentu dapat mendongkrak prestasi tim tersebut. Karenanya, untuk UEFA Euro 2020 nanti, Luis Enrique tak mau main-main dalam memilih para juru gedor timnya. Enrique akan membawa lima pemain yang semuanya berasal dari La Liga Spanyol.

Spanyol hanya akan memiliki seorang penyerang senior, yakni Jesús Navas (Sevilla) dalam skuadnya. Ada pula dua penyerang lain, yakni Álvaro Morata (Atlético Madrid) dan Mikel Oyarzabal (Real Sociedad). Selain itu, lini depan Spanyol juga akan diperkuat duo Villarreal, Paco Alcácer dan Gerard Moreno.

Berbicara soal kualitas, empat nama penyerang terakhir tentu bukan para penyerang sembarangan. Mikel Oyarzabal belakangan ini dikenal dengan julukan ‘The Next Griezmann’. Morata adalah top skorer sementara klub. Moreno adalah pencetak gol terbanyak La Liga ke-4, sedangkan Alcácer salah satu top scorer Bundesliga musim 2018-2019.

Formasi dan Gaya Bermain Timnas Spanyol

Mengenai gaya bermain Spanyol, para pecinta bola tentu sudah paham taktik apa yang sering diterapkan oleh tim nasional ini. Yap, tiki-taka, adalah taktik populer yang sering digunakan oleh Barcelona dan timnas Spanyol. Namun, di tangan Luis Enrique, strategi tiki-taka yang ia gunakan agak berbeda dengan strategi tiki-taka yang sebelumnya.

Permainan tiki-taka milik Enrique biasa disebut dengan permainan ‘Vertical Tiki-Taka’. Strategi ini sejatinya hampir serupa dengan taktik tiki-taka biasa. Hanya saja, umpan-umpan yang diperagakan Vertical Tiki-Taka sedikit lebih cepat dari skema tiki-taka biasa. Dalam permainan Vertical Tiki-Taka, para pemain dituntut untuk mampu menyerang secara langsung, namun tetap menguasai ball posession.

Luis Enrique juga gemar menerapkan skema 4-1-4-1 dalam timnya. Dalam skema seperti ini, seorang gelandang akan ditempatkan untuk membantu pertahanan. Selain itu, akan ada dua gelandang yang ditempatkan di sayap kanan dan kiri. Di lini depan, seorang penyerang tengah diapit oleh dua penyerang lain yang bisa berposisi sebagai penyerang sayap, maupun second striker.


Profil Skuad Polandia di Piala Eropa 2020 – Polandia akan menjadi salah satu peserta gelaran Piala Eropa tahun 2020 yang akan berlangsung musim panas nanti. Timnas Polandia berada di bawah perlindungan asosiasi sepakbola Polandia, Polski Związek Piłki Nożnej (PZPN). Markas mereka berada di Warsawa dengan nama PGE Narodowy National Stadium dan berkapasitas sekitar 50 ribu penonton.

Prestasi terbaik Polandia adalah meraih medali emas pada Olimpiade 1972 dan dua medali perak di Olimpiade 1976 dan Olimpiade 1992. Sementara untuk Piala Dunia, Polandia hanya mampu meraih tempat ke-3 pada edisi tahun 1974 dan 1982. Di ajang Piala Eropa, prestasi terbaik Polandia adalah sampai di babak perempat final pada edisi tahun 2016 kemarin.

Profil Timnas Polandia di Euro 2020

Tim nasional Polandia saat ini telah resmi mendapat satu tiket ke babak penyisihan grup Piala Eropa 2020 nanti. Sayangnya, Polandia harus tergabung dalam Grup E yang dihuni oleh tim-tim unggulan seperti Spanyol dan Swedia. Sementara satu tempat tersisa di Grup E masih akan diperebutkan oleh Bosnia Herzegovina, Irlandia Utara, Skotlandia dan Republik Irlandia.

Perjalanan Polandia di UEFA Euro 2020 akan dimulai pada pertengahan bulan Juni, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2020. Mereka akan menghadapi tim pemenang babak play-off di Dublin Arena. Enam hari berselang, mereka akan menantang Spanyol di San Mamés, Bilbao. Tiga hari kemudian, Polandia akan berhadapan dengan Swedia di Dublin Arena sebagai laga penutup Grup E.

Sebelumnya, Polandia tak menemui kesulitan yang berarti untuk sampai ke putaran final Piala Eropa. Di babak kualifikasi, mereka berada di Grup G bersama dengan Austria, Makedonia Utara, Slovenia, Israel dan Latvia. Polandia sukses menangi empat laga awalnya. Masing-masing atas Austria, Latvia, Makedonia Utara dan Israel.

Namun, langkah cemerlang pasukan Jerzy Brzęczek harus terhenti pasca kalah atas Slovenia dan imbang kontra Austria di dua laga berikutnya. Tim berjuluk The White and Red kemudian kembali tancap gas dengan memenangi empat pertandingan tersisa. Polandia lolos sebagai juara Grup G dengan torehan 25 poin, unggul enam poin dari Austria yang ada di urutan ke-2.

Penjaga Gawang

Peran paling vital dalam sebuah tim sepakbola tentu adalah penjaga gawang. Baik atau tidaknya seorang kiper akan memengaruhi performa tim. Untuk itu, sebagai manajer Polandia, Jerzy Brzęczek akan membawa tiga nama penjaga gawang. Tiga penjaga gawang ini adalah pemain yang berusia di bawah 30 tahun.

Beberapa kiper yang akan dibawa Brzęczek antara lain kiper Juventus, Wojciech Szczęsny dan kiper andalan Bologna, Łukasz Skorupski. Kedua pemain ini adalah pemain yang sudah berpengalaman bersama timnas Polandia. Polandia juga akan membawa kiper muda Legia Warsawa, Radosław Majecki untuk melengkapi sektor penjaga gawang.

Wojciech Szczęsny tentu akan menjadi nama penjaga gawang yang paling disorot di sektor ini. Secara pengalaman, mantan kiper Arsenal ini tak perlu diragukan lagi. Szczęsny memulai debutnya bersama Polandia pada November 2009 silam. Ia pernah membela Polandia dalam dua edisi Piala Eropa sebelumnya, dan memperkuat tim ini pada Piala Dunia 2018 kemarin.

Selain Szczęsny, Łukasz Skorupski juga merupakan kiper yang dapat diandalkan Polandia. Skorupski memulai laga debutnya bersama tim ini pada tahun 2012. Meski begitu, Skorupski tercatat baru tampil sebanyak tiga kali saat bersama The White and Red. Sementara itu, bersama Bologna, Skorupski selalu jadi pilihan allenatore Siniša Mihajlović.

Pemain Bertahan

Berbeda dengan sektor penjaga gawang yang lebih didominasi oleh pemain berusia di bawah 30 tahun, Jerzy Brzęczek memilih banyak pemain senior untuk sektor pemain bertahan. Sekitar empat pemain berusia 30 tahunan akan menempati sektor pemain bertahan. Sementara untuk defender yang berusia di bawah 30 tahun, Brzęczek hanya memanggil tiga nama.

Para defender muda yang akan dipanggil antara lain, Jan Bednarek (Southampton), Bartosz Bereszyński (Sampdoria), Tomasz Kędziora (Dynamo Kyiv). Ada juga nama-nama pemain senior seperti Kamil Glik (Monaco) dan Łukasz Piszczek (Borussia Dortmund). Dua pemain senior lain, yakni Artur Jędrzejczyk (Legia Warzawa), Thiago Cionek (SPAL) juga akan menambah kekuatan lini belakang Polandia.

Sorotan akan tertuju pada sosok bek muda milik Southampton, Jan Bednarek. Bednarek yamg masih berusia 23 tahun merupakan pemain andalan The Saint. Selain itu, Bednarek juga telah dipercaya untuk mengawal lini belakang Polandia di ajang Piala Dunia 2018 kemarin. Pada kompetisi empat tahunan tersebut, Bednarek sanggup torehkan satu gol dari tiga penampilannya.

Sektor Lapangan Tengah

Midfielder, adalah salah satu posisi yang memiliki peran penting dalam sebuah tim sepakbola. Selain berguna untuk membantu serangan, midfielder juga terkadang diharapkan tampil maksimal untuk membantu pertahanan. Untuk itu, Jerzy Brzęczek akan membawa sebelas midfielder yang didominasi oleh pemain muda untuk ajang Euro 2020 nanti.

Beberapa midfielder yang dipanggil adalah midielder sayap, yakni Kamil Jóźwiak (Lech Poznan), Przemyslaw Frankowski (Chicago Fire) dan Arkadiusz Reca (SPAL). Satu pemain lain yakni Maciej Rybus (Lokomotiv Moscow) juga akan mengisi pos gelandang sayap. Sementara itu, satu pemain lain, yakni playmaker Dinamo Moscow, Sebastian Szymański akan ditempatkan sebagai gelandang serang,

Enam pemain sisanya akan menempati posisi gelandang tengah dan gelandang bertahan. Mereka adalah, Krystian Bielik (Derby County), Piotr Zieliński (Napoli), Dominik Furman (Wisla Plock), Jacek Góralski (Kairat Almaty). Serta dua pemain lain yakni Mateusz Klich (Leeds) dan Grzegorz Krychowiak (Lokomotiv Moscow).

Barisan Penyerang

Pilihan untuk sektor penyerang tentu tak boleh main-main. Oleh karena itu, penyerang yang dipilih Polandia haruslah penyerang yang berkualitas. Beruntung, Jerzy Brzęczek punya banyak opsi untuk mengisi lini depan skuadnya di turnamen Piala Eropa 2020. Di sektor ini, Brzęczek membawa enam nama dan tiga di antaranya adalah penyerang-penyerang terbaik Eropa.

Enam penyerang yang akan dibawa Polandia antara lain, Robert Lewandowski (Bayern München), Arkadiusz Milik (Napoli), Krzysztof Piątek (Hertha BSC). Ada juga tiga nama lain seperti Kamil Grosicki (West Bromwich Albion), Dawid Kownacki (Fortuna Düsseldorf) dan Damian Kądzior (Dinamo Zagreb).

Seperti yang kita ketahui, Robert Lewandowksi merupakan salah satu pemain tersubur yang bermain di Bundesliga. Selain itu, Lewandowski adalah top skorer sepanjang masa milik Polandia. Sementara itu, dua penyerang lain, yakni Arkadiusz Milik dan Krzysztof Piątek sebelumnya juga dikenal karena tampil gemilang di ajang Serie A.

Formasi dan Gaya Bermain Timnas Polandia

Setiap pelatih sepakbola tentu punya ciri khas kepelatihannya tersendiri, tak terkecuali manajer Polandia, Jerzy Brzęczek. Formasi andalan yang kerap dipakai Brzęczek adalah 4-2-3-1. Selain memakai formasi satu penyerang tunggal, Brzęczek adalah tipikal pelatih yang gemar memainkan strategi attacking football.

Strategi menyerang yang dimainkan Brzęczek menuntut agar penyerang tunggal tetap berada di depan. Hal ini bertujuan agar ketika tim melakukan serangan balik, sang penyerang tunggal dapat langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan. Untuk itu, ia biasa memainkan Lewandowski ataupun Piątek yang memang biasa bermain sebagai target man.

Jerzy Brzęczek juga dikenal suka memainkan taktik serangan balik yang dikenal dengan Route One Football. Permainan seperti ini menuntut kejelian para defender dan penjaga gawang untuk melihat celah sekecil apapun dalam pertahanan lawan. Setelah mendapat serangan, kiper dan para defender harus langsung memberikan bola kepada seorang target man untuk lakukan serangan balik.


Profil Skuad Inggris di Piala Eropa 2020 – Timnas Inggris bisa dibilang sedang dalam masa keemasan dalam beberapa dekade terakhir. Mereka akan berpartisipasi di ajang Euro 2020 dengan skuad yang sebagian besar diisi oleh pemain muda. Dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki para pemainnya, The Three Lions menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di daratan eropa.

Di ajang Kualifikasi Euro 2020 beberapa waktu lalu, Inggris nyaris tampil sempurna dengan mencatatkan 7 kemenangan dari 8 pertandingan. Dengan hasil tersebut, mereka berhasil menjuarai Grup A dan melaju ke putaran final Euro 2020.

Formasi dan Pola Permainan

Dalam 3 laga terakhir di Kualifikasi Euro 2020, Inggris tampil luar biasa dengan mencatatkan 3 kemenangan beruntun. Dalam 3 laga tersebut mereka mampu mencetak 17 gol tanpa sekali pun kebobolan.

Tim besutan Gareth Southgate selalu tampil apik kala mereka memainkan laga dengan menerapkan pola 4-3-3 di atas lapangan. 4 pemain bertahan bertanggung jawab penuh atas keamanan gawang mereka. 3 pemain di tengah berusaha untuk menjaga permainan tetap seimbang. Sedangkan 3 penyerang di depan bertugas untuk menghukum pertahanan lawan.

Bermain dengan bola-bola pendek dengan menerapkan zona marking membuat penampilan Inggris tampak solid di setiap pertandingan. Insting tajam para penyerang menjadi kekuatan utama Tim Tiga Singa untuk menerkam mangsanya.

Penjaga Gawang

Selama ini, masalah Timnas Inggris selalu terletak pada seorang penjaga gawang. Mereka terkenal memiliki penjaga gawang yang kerap melakukan blunder fatal. Karena blunder yang mereka lakukan, karier para kiper Inggris tersebut tak berlangsung lama. Karier mereka anjlok bersama di level domestik maupun internasional.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir Timnas Inggris mengalami banyak perubahan. Salah satunya di sektor penjaga gawang. Inggris kini memiliki nama-nama hebat di bawah mistar gawang. Jordan Pickford, Nick Pope. Nama kedua pemain tersebut menghiasi skuad Timnas Inggris di ajang kualifikasi Euro 2020 kemarin.

Pickford menjadi pilihan utama di posisi ini. Penjaga gawang Everton tersebut tampil penuh dalam 7 laga kualifikasi dengan mencatatkan 4 cleansheet dan hanya kebobolan 6 gol. bersama klubnya, Pickford selalu menjadi kiper utama dalam 3 musim terakhir.

Nick Pope menjadi kiper kedua yang melapisi kekuatan Pickford di Timnas Inggris. Pope mulai dikenal berkat penampilan gemilangnya bersama Burnley musim lalu. Ia tampil konsisten dalam 35 pertandingan di EPL dengan catatan 11 kali cleansheet. Di babak kualifikasi Euro 2020, Pope mendapat kesempatan bermain saat berhadapan dengan Kosovo. Pada laga tersebut Pope berhasil menjaga kesucian gawang Inggris dan membantu timnya menang dengan skor 4-0.

Selain Pickford dan Pope, terdapat beberapa nama lain yang dapat menjadi pilihan bagi Gareth Southgate di posisi kiper. Penjaga gawang Sheffield United, Dean Henderson dan kiper Stoke City, Jack Butland berpeluang untuk tampil di Euro 2020 mendatang.

Selain itu, Southgate juga mempertimbangkan untuk memanggil nama pemain senior untuk mengisi pos ini. Tom Heaton yang kerap dipanggil ke Timnas dianggap sebagai sosok yang tepat sebagai pelapis Pickford dan Pope.

Barisan Pertahanan

Di sektor belakang, Inggris memiliki sejumlah pemain berkelas yang memiliki cukup pengalaman di kompetisi level internasional. Harry Maguire dan Michael Keane mengisi posisi bek tengah. Kedua pemain tersebut diplot sebagai palang pintu pertahanan Timnas Inggris selama babak kualifikasi Euro 2020.

Maguire yang dinilai gagal bersama Manchester United, mampu menutupi kekurangannya dengan tampil cemerlang di Timnas Inggris. Ia rata-rata melakukan 1,4 tekel dan 5 clearence di setiap laga kualifikasi Euro 2020.

Sedangkan Keane yang menjadi tumpuan di klubnya, Everton, mampu mencuri perhatian publik dengan penampilan solidnya bersama Timnas Inggris. Keane bermain penuh dalam 5 laga kualifikasi Euro 2020 dan diduetkan dengan Maguire.

Nama lain seperti  John Stones, James Tarkowski, dan dua nama muda yakni Joe Gomez dan Fikayo Tomori. Mereka berpotensi untuk menjadi bagian dari skuad Inggris di ajang Euro 2020.

Di posisi bek sayap, Southgate mempercayakannya pada Trent Alexander-Arnold dan Benjamin Chilwell. Kedua pemain tersebut tampil impresif bersama Liverpool dan Leicester City dalam beberapa musim terakhir.

Alexander-Arnold dan Chilwell dikenal sebagai bek sayap terbaik di era sepak bola modern. Mereka memiliki kemampuan marking dan tackling yang cukup baik. Keduanya juga kerap naik membantu serangan dan sesekali melepaskan umpan silang ke kotak penalti lawan. Kyle Walker dan Danny Rose menjadi pemain yang akan melapisi kekuatan di sektor sayap pertahanan Tiga Singa.

Sektor Tengah

Gareth Southgate memiliki pengalaman menangani Timnas muda Inggris pada periode 2013-2016. Tak heran, ketika ditunjuk sebagai pelatih tim senior, Ia membawa sejumlah pemain muda ke dalam skuadnya.

Nama-nama muda cukup banyak menghiasi sektor tengah Timnas Inggris. Mason Mount, Declan Rice dan Jadon Sancho merupakan beberapa diantaranya. Ketiganya sama-sama telah mencatatkan 6 penampilan di babak kualifikasi.

Selain itu, ada pula beberapa pemain senior dengan segudang pengalaman di lini tengah Inggris. Jordan Henderson yang tampil sukses besar bersama Liverpool ditunjuk sebagai kapten Timnas Inggris. Juga ada Ross Barkley dan Eric Dier yang dapat bermain sebagai gelandang bertahan.

Ketiga pemain tersebut memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan tim. Mereka memiliki kekuasaan untuk mengatur tempo permainan selama jalannya pertandingan.

Jika merasa kurang dengan skuadnya di lini tengah, Southgate masih memiliki banyak pilihan lain. Harry Winks dan James Maddison dapat ditugaskan sebagai playmaker. Delle Ali, Alex Oxlade-Chamberlain, dan James Ward-Prowse juga dapat dimainkan sebagai gelandang serang.

Memiliki kualitas tinggi dengan banyak pengalaman, lini tengah Inggris mampu membuat ciut nyali setiap lawannya. Visi bermain yang baik serta kemampuan oleh bola tinggi yang dimiliki para midfielder Inggris menjadi kekuatan utama.

Lini Depan

Timnas Inggris bisa dibilang merupakan salah satu tim yang memainkan gaya bermain sepak bola lama. Mereka hingga kini masih menerapkan seorang target man di posisi terdepan.

Selama ini Gareth Southgate mempercayakan posisi tersebut kepada seorag Harry Kane. Striker milik Tottenham Hotspur tersebut mampu tampil apik di setiap laga saat membela Timnas maupun klubnya.

Di ajang kualifikasi Euro 2020, Kane selalu tampil sebagai starter dalam 8 pertandingan yang dilakoni Timnas Inggris. Dari seluruh pertandingan yang Ia mainkan tersebut, Kane tampil sangat memuaskan dengan menyumbang 12 gol dan 5 assist. Catatan tersebut membuat namanya memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi.

Selain Kane, Raheem Sterling dan Marcus Rashford merupakan pemain yang mendapat menit bermain cukup banyak sebagai penyerang. Pada Kualifikasi Euro 2020, Sterling tampil 7 kali dan mencetak 4 gol. sementara Rashford telah 3 kali membobol gawang lawan dalam 6 penampilannya.

Dua penyerang muda milik Chelsea, Tammy Abraham dan Callum Hudson-Odoi juga merupakan pemain yang cocok untuk mengisi lini depan Inggris. Keduanya berpotensi untuk dibawa oleh Southgate ke putaran final Euro 2020 mendatang.

Sebagai seorang pelatih, Southgate harus benar-benar memperhatikan kualitas para penyerangnya. Dengan gaya bermain ofensif yang seringkali diterapkan Timnas Inggris, ketajaman para penyerang tentu sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan. Inggris akan bertemu Kroasia dan Ceko di babak grup.


Profil Skuad Ceko di Piala Eropa 2020 – Republik Ceko mengalami perkembangan pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pada babak Kualifikasi Euro 2020, Ceko tampil cemerlang dengan lolos ke putaran final setelah menempati posisi runner up Grup A.

Mereka berhasil finish di urutan kedua Grup A di bawah Inggris dengan koleksi 15 poin. 5 kemenangan dan 3 kali kalah merupakan sebuah pencapaian yang cukup baik bagi tim sekelas Rep. Ceko. Ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk mengarungi kompetisi Euro 2020 yang akan dilaksanakan mulai bulan depan.

Formasi dan Gaya Bermain

Sejak September 2018, Timnas sepak bola Republik Ceko ditangani oleh seorang pelatih bernama Jaroslav Silhavy. Silhavy sendiri bukanlah orang baru di belantara sepak bola Ceko.

Ia sempat menjadi pelatih kepala di beberapa klub Ceko seperti, Viktoria Plzen, SK Slovia Liberec, hingga SK Slavia Prague. Pria 58 tahun tersebut bahkan sempat menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Republik Ceko pada 2008 silam.

Di tangan Silhavy, Ceko berkembang menjadi tim penantang raksasa. Permainan efektif yang diperagakannya mampu membuat lawan mereka frustasi. Bermain bertahan dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap untuk melakukan serangan balik merupakan ciri khas permainan Ceko di bawah asuhan Silhavy.

Selama gelaran Kualifikasi Euro 2020, Ceko selalu menerapkan pola yang sama yaitu 4-2-3-1. Pada formasi ini, 3 gelandang serang memiliki peran yang cukup vital. Mereka berdiri di belakang seorang penyerang tunggal dan bertugas untuk membongkar pertahanan lawan.

Penjaga Gawang

Apabila berbicara tentang penjaga gawang dan Republik Ceko, mayoritas penggemar sepak bola akan berpikir pada sosok Petr Cech. Wajar, Cech memang bisa dikatakan sebagai kiper terbaik yang dimiliki oleh Timnas Republik Ceko sepanjang masa. Ia merupakan salah satu pemain penting dalam kesuksesan sepak bola Ceko pada periode 2000an.

Sejak Cech memutuskan untuk gantung sepatu pada akhir musim 2018/2019, Timnas Ceko masih belum menemukan pengganti yang sepadan. Mereka seakan kesulitan untuk mencari seorang Cech baru.

Sosok yang dinilai paling tepat untuk meneruskan perjuangan Petr Cech di bawah mistar gawang Republik Ceko adalah Tomas Vaclik. Vaclik tampil luar biasa bersama klubnya, Sevilla, dalam 2 musim terakhir. Total, Ia telah bermain dalam 59 pertandingan di La Liga dan berhasil membawa Sevilla untuk bersaing di papan atas.

Di level Timnas, Vaclik telah memulai debutnya pada 2012 silam. Hingga kini, Ia telah mengemas 47 caps bersama Republik Ceko. Pada Kualifikasi Euro 2020 kemarin, Vaclik menjadi pilihan utama sang pelatih. Ia tampil 6 kali dan berhasil mencatatkan 2 kali cleansheet. Dengan statistik tersebut, Vaclik diprediksi akan menjadi kiper utama Republik Ceko di Euro 2020 mendatang.

Ada 2 nama yang berpeluang untuk menjadi pelapis Vaclik sebagai kiper Republik Ceko yaitu Jiri Pavlenka dan Ondrej Kolar. Kedua pemain tersebut masing-masing mendapat kesempatan tampil sekali di babak kualifikasi. Namun, performa Pavlenka dan Kolar dinilai belum begitu matang untuk level internasional.

Barisan Pertahanan

Lini bertahan merupakan sektor paling vital bagi Republik Ceko. Sektor ini yang harus benar-benar diperhatikan dan diperkuat agar mampu menjalankan skema permainan yang telah direncanakan.

Pelatih Ceko mempercayakan posisi bek tengah kepada duet Ondrej Celutska dan Jakub Brabec. Keduanya tampil solid sebagai palang pintu pertahanan di depan penjaga gawang.

Duet Celutska dan Brabec terbukti mampu menahan gelombang serangan bertubi-tubi dari Hary Kane dan kawan-kawan di ajang kualifikasi Euro 2020 kemarin. Berkat aksi hebat kedua pemain tersebut, Ceko berhasil menang tipis di akhir laga dengan skor 2-1.

Nama-nama seperti Tomas Kalas, Stefan Simic, hingga Redim Reznik siap dijadikan pelapis di belakang Celutska dan Brabec.

Sementara di posisi bek sayap, Ceko memiliki sejumlah nama hebat seperti Pavel Kaderabek, Vladimir Coufal, Filip Novak dan Theodor Gebre-Selassie. Kemampuan marking dan tackling yang baik dari para bek sayap membuat pertahanan Ceko semakin kokoh.

Kemampuan komunikasi yang baik antara para pemain di lini belakang Timnas Ceko menjadi kekuatan utama mereka. Pelatih mereka berharap anak asuhnya mampu menunjukkan performa yang jauh lebih baik di putaran final Euro 2020 nanti.

Sektor Tengah

Dengan pola permainan 4-2-3-1, sektor tengah Republik Ceko ditempati oleh 2 gelandang bertahan dan 3 gelandang serang. Gelandang bertahan bertugas sebagai pemutus aliran serangan lawan, sedangkan gelandang serang bertugas untuk membongkar ketatnya barisan pertahanan lawan.

Tomas Soucek dan Alex Kral dinilai sebagai duet terbaik yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan. Soucek dan Kral dikenal sebagai pemain yang memiliki karakter yang lugas dan cerdas. Mereka tak segan melakoni duel keras dengan lawan demi mendapatkan bola. Keduanya juga memiliki visi bermain yang bagus sehingga dapat menjaga keseimbangan tim.

Sementara di posisi gelandang serang, Vladimir Darida telah 6 kali mengisi pos ini pada kualifikasi Euro 2020. Selain dituntut untuk memiliki kemampuan mengontrol permainan dengan baik, seorang pemain gelandang serang juga diwajibkan memiliki insting gol yang tajam.

Dari seluruh penampilannya di babak Kualifikasi, Darida tampil cukup baik dengan sumbangan 1 gol. Ia juga mampu bertindak sebagai playmaker dengan catatan lebih dari 75% umpan sukses.

Borek Dockal dan David Pavelka juga dianggap sebagai pemain yang cocok untuk mengisi pos tengah. Keduanya dikenal sebagai playmaker handal di klubnya masing-masing.

Di posisi winger, Ceko memiliki Jakub Jankto dan Lukas Masopust. Kedua pemain ini dapat bermain baik sebagai winger kanan dan kiri. Kemampuan dribel yang baik ditunjang dengan kecepatan dan akurasi umpan akurat membuat Jankto dan Masopust dipercaya mampu membongkar pertahanan lawan.

Sejauh ini, Jankto dan Masopust sama-sama mencatatkan 8 penampilan di ajang kualifikasi. Jankto berhasil menorehkan 1 gol dan 3 assist, sementara Masopust menyumbang 1 gol dan 1 assist.

Selain Jankto dan Masopust, Ceko juga memiliki sejumlah winger berkualitas dalam skuadnya. Pemain Burnley, Matej Vryda dan punggawa Brescia, Jaromir Zmrhal merupakan sosok yang tepat untuk melapisi Jankto dan Masopust di sisi sayap.

Lini Serang

Republik Ceko tampak lebih nyaman ketika bermain dengan seorang striker murni di posisi terdepan. Pemain ini tak lain hanya bertugas untuk menjebol gawang lawan, atau yang lebih sering disebut dengan target man.

Seperti pada umumnya, seorang target man di skuad Republik Ceko wajib memiliki postur tubuh yang tinggi besar. Tak hanya itu, pemain ini harus memiliki kemampuan mencetak gol yang baik.

Punggawa klub RB Leipzig, Patrick Shick, dinilai sebagai pemain yang cocok untuk menempati pos terdepan di Timnas Ceko. Shick yang memiliki tinggi 184 cm mampu tampil cemerlang bersama Leipzig dengan mencatatkan 6 gol dari 12 penampilan di Bundesliga.

Bersama Timnas, Shick menjadi tumpuan di lini depan Ceko. Ia menjadi pemain tersubur di skuad Republik Ceko dengan total 4 gol dari 6 laga Kualifikasi Euro 2020.

Michal Krmencik, Zdenek Ondrasek dan Martin Dolezal siap melengkapi lini serang Republik Ceko di putaran final Euro 2020, Maret mendatang. Di Fase Final Grup Ceko akan menghadapi Kroasia dan Inggris


Profil Skuad Ukraina di Piala Eropa 2020 – Dalam skuad Kroasia Euro 2020 nanti bisa dipastikan akan menjadi Piala Eropa terakhir Luka Modric. Pasalnya, usia sang pemain sudah memasuki 33 tahun dan apabila empat tahun ke depan tentu saja berumur 37 tahun. Dengan begitu, sudah jelas bahwa misi sang pemain pada turnamen akbar di dataran benua biru musim depan tidak akan main-main. Ya, ingin membawa negaranya sebagai pemenang.

Keinginan kuat tersebut, lantaran sang pemain merasa pada Piala Dunia 2018 lalu gagal memberikan negaranya gelar juara setelah di partai final harus menelan kekalahan dengan skor akhir 4-2 dengan timnas Perancis. Catatan itulah yang membuat pemain Real Madrid tersebut ingin sekali musim ini menutup karir sepakbolanya di level timnas memberikan trofi bergengsi.

Kado manis di penghujung karirnya berupa gelar juara Euro 2020 bersama Timnas Kroasia mendatang, sangat menarik untuk ditunggu penampilan Luca Modric dan kawan-kawan ketika berlaga di Euro 2020 mendatang.

Profil Kroasia di Euro 2020

Timnas Kroasia bisa dibilang merupakan negara di Eropa yang terbilang baru. Pasalnya, sebelumnya yakni Yugoslavia dan federasi sepakbola Kroasia sendiri yakni HNS. Dimana baik liga domestik dan juga timnas dikendalikan oleh pihak federasi tersebut. Sedangkan, kandang Kroasia yakni di stadion Maksimir yang terletak di kota Zagreb. Terkadang stadion lainnya juga kerap digunakan, tetapi tidak terlalu sering mengingat kapasitas stadion yang kecil.

Menariknya, Kroasia merupakan sebuah tim sepakbola di Eropa yang termuda namun mampu menempati peringkat 10 besar rangking FIFA. Tentu saja itu merupakan prestasi yang luar biasa. Sedangkan selama keikutsertaannya di ajang Piala Eropa pencapaian terbaik Kroasia yang mencapai quarter final sebanyak dua kali masing-masing pada tahun 1996 dan juga 2008 silam. Akan tetapi, skuad Kroasia Euro 2020 mendatang menargetkan keluar sebagai juara usai tampil apik di Piala Dunia Rusia tahun lalu.

Beberapa tahun belakangan penampilan Timnas Kroasia memang sangat menakjubkan, Kroasia berhasil tampil pada ajang final kompetisi seluruh dunia tersebut sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan dari Timnas Prancis dengan skor 4-2.

Pada Kualifikasi Euro kali ini Timnas Kroasia tampil sangat impresif dengan mengakhiri di posisi puncak klasemen dan mencatat 17 poin. Tidak heran pada kesempatan Euro 2020 mendatang Kroasia menjelma sebagai lawan yang tangguh dan patut diwaspadai.

Skuad Kroasia Posisi Kiper

Bicara skuad Kroasia Euro 2020 nanti tampaknya tidak akan ada perbedaan yang jauh dengan skuad Piala Dunia 2018. Dimana di posisi kiper akan dipercayakan kepada Lovre Kalinic. Tercatat pemain berusia 29 tahun itu sudah memperkuat timnas sebanyak 18 kali. Namun, ia bisa saja digusur oleh Daniel Subasic yang tampil cemerlang di Rusia musim lalu.

Siapapun yang akan diturunkan diharapkan bisa menjaga gawang dari Kroasia pada Euro 2020 mendatang. Dengan didukung lini belakang yang solid bisa dipastikan Kroasia akan menjelma sebagai kekuatan besar nantinya

Skuad Kroasia Posisi Lini Belakang

Sedangkan di posisi lini belakang tampaknya duet Domagoj Vida dan Dejan Lovren akan kembali dipercayakan ada Euro musim depan. Penampilan apik Dejan Lovre musim ini dan sebelumnya patut menjadi apresiasi tersendiri.

Setelah musim lalu berhasil menghantarkan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions, dan musim ini membawa Liverpool masih bercokool di posisi puncak klasemen Liga Inggris. Jika berhasil membawa Liverpool meraih gelar Dejan Lovre menjadi sosok penting bagi Liverpool.

Penampilan apiknya diharapkan bisa menular ke Timnas Kroasia yang nantinya akan bertanding di Euro 2020 mendatang. Pengalaman dan kemampuannya diharapkan pelatih bisa menular ke pemain lainnya nanti

Skuad Kroasia Posisi Lini Tengah

Sementara, di lini tengah pemain yang dipastikan bakal dibawa yakni Ivan Rakitic dan juga Luka Modric. Terbukti, keduanya merupakan jendral lapangan tengah yang mematikan. Hasilnya pun luar biasa dengan membawa Kroasia sebagai tim peringkat kedua.

Hadirnya sosok Ivan Rakitic menjadikan Timnas Kroasia memiliki lini tengah yang kuat dan bisa bersaing dengan negara lainnya. Rakitic yang menjadi sosok penting di klubnya Barcelona, masih dipercaya sebagai pengatur lini serang dari Barcelona musim ini.

Kompetisi Euro 2020 mendatang menjadi ajang perpisahan untuk Luca Modric, pasalnya pemain Real Madrid tersebut sudah menyatakan untuk pensiun dengan Timnas Kroasia. Ini merupakan pukulan telak untuk Timnas Kroasia, sebagai sosok jenderal lini tengah Luca Modric menjalankan perannya begitu sangat baik

Skuad Kroasia Posisi Lini Depan

Dan di lini depan sendiri pemain andalan yang akan dibawa yakni Ante Rebic dan juga Ivan Perisic yang sudah membukukan 80 caps dan Ante Rabic tercatat sudah mencetak sebanyak 22 gol.

Nama Ivan Perisic menjadi ajang pembicaraan yang hangat, pemain Bayern Muenchen tersebut tampil cukup impresif pada musim lalu. Ia menjadi tulang punggung timnya dan menjadi pemain subur bersama timnya.

Segudang pengalamannya diharapkan mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap lini serang Timnas Kroasia mendatang. Ivan Perisic akan menjadi sorotan nantinya selama pagelaran Euro 2020, menarik untuk ditunggu kapasitasnya ketika bermain bersama Timnas Kroasia mendatang.

Ivan Perisic juga tercatat sebagai pemain yang memiliki caps paling banyak bersama Timnas Kroasia, total ia sudah bermain sebanyak 88 kali bersama Timnas Kroasia. Duetnya Luca Modric di lapangan sangat menarik untuk ditonton ketika Kroasia sedang bermain.

Formasi Kroasia 

Jika berbicara formasi pelatih Zlatko Dalic tetap akan mempertahankan formasi favoritnya yakni 4-1-4-1 dan hal itu sama dilakukannya ketika Piala Dunia 2018 kemarin. Namun, tentu saja akan yang berbeda di lini depan. Biasanya ada nama Mario Mandzukic. Kini kemungkinan juru gedor akan bersaing ketat antara Rebic dan juga Perisic pada kompetisi Euro 2020 mendatang.

Sedangkan pengatur ritme permainan tim tampaknya tetap akan dipercayakan oleh Marcelo Brozovic. Menariknya pemain berusia 26 tahun yang kini membela Inter Milan itu sudah tampil mencetak 6 gol dari 45 caps. Bahkan jika Dalic memainkan Perisic tentu saja akan menjadi keuntungan besar, lantaran Perisic dan juga Brozovic rekan satu tim di Inter.

Namun Zlatko Dadid sudah menyiapkan opsi lainnya jiak dengan formasi tersebut tidak menuai hasil ia sudah siap dengan formasi lainnya. Kiprahnya bersama Timnas Kroasia sudah tidak dipungkiri lagi sosoknya bersama Kroasia.

Analisa Skuad Kroasia Euro 2020

Dalam dua laga terakhir babak kualifikasi Euro 2020 timnas Kroasia memang penampilannya belum konsisten. Dimana mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dan di laga terakhir kalah dari Bulgaria. Meski begitu, Luka Modric dan kawan-kawan tetap mempunyai kans untuk sebagai pemenang Piala Eropa musim depan. Jika penampilan tim lebih di tingkatkan lagi. Terutama dalam penyelesaian akhir.

Status Kroasia masih bisa dikatakan sebagai tim underdog pada Euro 2020 mendatang, kejutan demi kejutan akan lahir dari Timnas Kroasia mendatang. Supporter berharap Kroasia dapat berbicara lebih banyak lagi di turnamen Euro 2020 mendatang. Kroasia akan menghadapi Ceko dan Inggris

Jika berhasil tampil konsisten seperti pada Piala Dunia 2018 yang lalu, bukan tidak mungkin Timnas Kroasia bisa berhasil meraih gelar juara pada perhelatan Euro 2020 mendatang. Mengingat mereka tidak terlalu banyak perubahan skuad yang dulu dengan sekarang.


Profil Skuad Ukraina di Piala Eropa 2020 – Drawing dari ajang Euro 2020 tahun ini sudah resmi diterbitkan, dan tim nasional Ukraina masuk ke dalam grup C. Tak berselang lama, Andriy Shevchenko sebagai pelatih Ukraina juga merilis nama-nama pemain yang akan dibawa untuk mengarungi EURO 2020 nanti.

Menjelang akhir tahun kemarin, tepatnya pada November 2019  Bucharest, Rumania panitia dari ajang EURO 2020 sudah memunculkan drawing pembagian grup. Dari hasil babak kualifikasi yang berlangsung sebelumnya kini hanya tinggal tersisa 20 tim nasional dari beberapa negara berbeda.

Event akbar ini juga akan dilangsungkan di 12 kota yang berbeda. Untuk partai final, laga akan dilangsungkan di Stadion Wembley, Inggris. Seperti telah dijadwalkan sebelumnya, EURO 2020 akan berlangsung mulai dari 12 Juni 2020 sampai dengan 12 Juli 2020.

Masing-masing tim nasional dibagi menjadi enam grup dan rencananya event akbar ini akan digelar di 12 kota berbeda. Kompetisi antar negara di daratan Eropa ini merupakan event empat tahun sekali dan akan kembali digelar di tahun 2020 ini. Musim sebelumnya di tahun 2016 dimenangi oleh Portugal setelah mereka mengalahkan Belanda di babak final dengan skor tipis 1:0.

Profil Skuad Ukraina EURO 2020

EURO 2020 tahun ini tim nasional Ukraina mendapatkan jatah untuk menghuni Grup C. Mereka akan bersaing dengan dua negara lainnya yaitu Austria dan Belanda. Musim ini grup neraka ada di grup F yang dihuni juara bertahan Portugal, Jerman, dan Perancis. Ukraina tidak akan gentar dan akan lebih fokus mengejar peluang mereka lolos fase grup Piala Eropa 2020.

Pada laga perdana di Grup C nanti, Ukraina akan menjalani laga pembuka melawan tim nasional Belanda. Laga tersebut merupakan laga pertama dari total tiga laga yang akan berlangsung di Stadion Johan Cruijff Arena pada (15/6/2020) mulai pukul 02:00. Sedangkan di laga lainnya Austria akan menghadapi pemenang play-off dari grup D.

Sebagai suksesor dari timnas Ukraina, Andriy Shevchenko telah merilis daftar punggawa terbaik mereka yang akan dibawa untuk tampil di kancah EURO 2020 Juni mendatang. Meski belum bisa membawa Ukraina memenangi ajang ini, namun mantan pemain AC Milan ini sukses membawa mereka lolos masuk fase grup.

Dan ini merupakan prestasi yang luar biasa sekaligus sejarah baru bagi mereka. Dari delapan pertandingan klub asuhannya belum terkalahkan sekalipun. Mereka berhasil mengumpulkan 20 poin dengan enam kali kemenangan dan dua kali laga imbang.

Goal Keeper

Dari sektor penunggu mistar gawang, Andriy Shevchenko sudah memilih empat nama. Mereka adalah Andriy Lunin (Real Valladolid), Yuri Pankiv (FC Oleksandriya), Andry Pyatov (Shakhtar Donetsk), dan Denis Boyko (Dinamo Kiev).

Sebagai pilihan utama, Andry Pyatov selalu menjadi starting line up dari timnas Ukraina di babak kualifikasi kemarin. Dia sudah bermain dalam delapan laga dan baru kebobolan tiga kali di ajang kualifikasi EURO 2020 kemarin. Sedangkan untuk lapis kedua, pelatih memilih nama Andriy Lunin yang sudah diturunkan dalam dua laga di babak kualifikasi. Meski sempat kebobolan dua kali, namun tidak sampai berujung kekalahan bagi timnya.

Pemain Bertahan

Dalam sebuah tim, peran pemain bertahan atau biasa disebut bek memiliki peranan penting. Mereka bisa dianggap benteng terakhir dari sebuah tim saat mereka mendapatkan serangan dari lawan. Event kali ini Shevchenko membawa ikut serta tujuh nama pemain bertahan yang sudah teruji kemampuan dan kebugaran mereka.

Diantaranya ada nama Vasyl Kravets (CD Leganes), Mykola Matviienko (Shakhtar Donetsk), Igor Plastun (KAA Gent), Edvard Sobol (Club Brugge KV), Sergiy Kryvtsov (Shakhtar Donetsk), Sergiy Bolbat (Shakhtar Donetsk), Vitali Mykolenko (Dinamo Kiev), Artem Shabanov (Dinamo Kiev).

Posisi bek kiri sering ditempati oleh Edvard Sobol, dia diturunkan dalam empat dari lima laga terakhir tim nasional Ukraina. Namun saat diistirahatkan ada Vitali Mykolenko yang mampu menggantikannya di posisi tersebut. Sedangkan untuk bek kanan Sergiy Bolbat selalu menjadi andalan.

Sedangkan posisi center bek Mykola Matviienko dan Sergiy Kryvtsov selalu menjadi andalan. Di babak kualifikasi kemarin mereka diturunkan dalam tiga dari total lima laga terakhir. Kombinasi mereka sangat kompak dan solid dalam menjaga area pinalti.

Pemain Gelandang

Sektor tengah menjadi salah satu sektor yang cukup vital, pasalnya mereka dituntut kreatif untuk menyusun serangan. Selain itu seorang gelandang juga harus mampu membantu pertahanan, mengatur tempo permainan. Dan yang terpenting mereka harus bisa memberikan umpan matang kepada penyerang yang sudah berada di posisi tepat.

Kali ini tim nasional Ukraina membawa Roman Bezus (KAA Gent), Vitaly Buyalskyi (Dinamo Kiev), Yevhen Konoplyanka (Shakhtar Donetsk), Ruslan Malinovskiy (Atalanta), Volodymyr Shepelev (Dinamo Kiev), Sergiy Sydorchuk (Dinamo Kiev), Oleksandr Karavayev (Dinamo Kiev), Victor Kovalenko (Shakhtar Donetsk), Yevhen Shakhov (USS Lecce), Marian Shved (Celtic FC), Taras Stepanenko (Shakhtar Donetsk), serta Viktor Tsygunkov (Dinamo Kiev).

Posisi gelandang bertahan dipercayakan kepada Taras Stepanenko. Sedangkan untuk posisi gelandang tengah kombinasi antara Ruslan Malinovskiy dan Victor Kovalenko selalu ampuh untuk membantu serangan. Kemudian posisi sayap kiri maupun kanan Viktor Tsygunkov dan Roman Yaremchuck selalu bisa bertukar posisi. Ini tergantung formasi mana yang akan diturunkan oleh Andriy Shevchenko.

Yang paling menonjol dari pemain gelandang adalah Roman Yaremchuck. Playmaker berusia 24 tahun milik klub KAA Gent ini sudah menyumbangkan 4 gol, 1 assist dari 7 kali bermain bersama Ukraina. Sedangkan di liga Belgia dia sudah menyumbangkan 10 gol termasuk satu assist dari 18 laga bersama KAA Gent.

Pemain Lini Serang

Disini fungsi seorang penyerang tentu saja yang utama adalah menyerang dan membuat gol. Mereka seringkali menjadi barometer kekuatan dari sebuah tim. Apabila mereka memiliki penyerang yang subur, maka mereka akan menjadi tim yang kuat. Namun sebaliknya jika penyerang yang mereka miliki mandul, bisa dipastikan tim tersebut akan kesulitan memecah kebuntuan.

Kali ini pasukan Shevchenko didominasi pemain muda dan enerjik. Mereka adalah Artem Besedin (Dinamo Kiev), Andriy Yarmolenko (West Ham United), Roman Yaremchuck (KAA Gent), serta Junior Moraes (Shakhtar Donetsk).

Untuk posisi ujung tombak Artem Besedin dan Andriy Yarmolenko yang selalu bisa diandalkan untuk mengamankan kemenangan Ukraina dalam setiap laga. Mereka berdua bisa dipakai saat Ukraina hanya memakai penyerang tunggal. Sejauh ini Andriy Yarmolenko sudah diturunkan selama 4 laga dan menyumbang 1 gol untuk Ukraina di ajang kualifikasi EURO kemarin. Sedangkan untuk Artem Besedin baru sekali main dan langsung menyumbangkan satu gol di ajang ini.

Namun jika formasi yang dipakai tiga penyerang maka Andriy Yarmolenko akan bergeser sedikit ke belakang menjadi sayap serang. Sehingga penyerang utama bisa ditempati Artem Besedin atau Junior Moraes. Meski belum sempat menyumbangkan gol bagi negaranya, Moraes sudah ikut berpartisipasi dalam empat laga.

Sebagai informasi tambahan, nama Junior Moraes sebenarnya merupakan pemain naturalisasi asal Brazil. Dia dipanggil pelatih Shevchenko untuk bergabung dengan timnas Ukraina setelah resmi berpaspor Ukraina, dan disahkan oleh Federasi Sepak Bola Ukraina. Di liga Primer Ukraina, penyerang 31 tahun ini sudah memasok 16 gol dan 6 assist dari 22 pertandingan.


Profil Skuad Belanda di Piala Eropa 2020 – Skuad Belanda Euro 2020 mendatang diprediksikan akan dihuni oleh para pemain muda yang mempunyai pengalaman sangat luar biasa di level klub. Bahkan untuk membiasakan merasakan atmosfer pertandingan. Pelatih Ronald Koeman kerap menurunkan para pemain mudanya kala bertanding di laga international. Hasilnya pun sangat memuaskan sang juru taktik.

Dari sederet nama-nama yang diturunkan seperti Mathijs De Ligt hingga Frenkie de Jong mampu menunjukan kualitas terbaiknya dalam lapangan. Bahkan De Ligt berhasil mencetak satu gol ke gawang Belarusia pada babak kualifikasi Euro 2020. Hal ini jelas bahwa permainan De Oranje kian berkembang jauh lebih baik sejak tanpa diperkuat oleh Arjen Robben dan juga Wesley Snedijer.

Profil Tim Belanda

Siapa yang tak kenal dengan timnas Belanda? Ya, negeri kincir angin tersebut dulu kala benar-benar sangat ditakuti lawan-lawannya. Karena memiliki konsep permainan yang jelas dan rapih. Dulu dikenal dengan total football.

Akan tetapi sayangnya, hal tersebut mulai pudar lantaran permainan itu mulai meredup. Hasilnya, Belanda belum pernah merasakan meraih trofi bergengsi di ajang sepakbola international modern saat ini.

Tercatat De Oranje sudah merasakan trofi Piala Eropa sebanyak satu kali dan sebagai tim peringkat ketiga sebanyak empat kali. Tentu saja di harapkan di era sepakbola yang sekarang ini, skuad Belanda Euro 2020 wajib memenangkan kembali trofi tersebut. Jika mampu meraihnya, maka akan menghapus puasa gelar bergengsi.

Belanda yang tergabung di Grup C yang diisi oleh Timnas Jerman, Irlandia Utara, Belarusia, Estonia. Anak asuhan Roenald Koeman menempati posisi ke-2 klasemen dengan raihan 19 poin tertinggal 2 poin dari Timnas Jerman yang berada diatasnya.

Pada Euro 2020 nanti Belanda tergabung di Grup C bersama dengan Ukraina dan Austria, diprediksi Belanda akan lolos sebagai juara grup nantinya. Dengan persiapan yang sudah matang rasanya Belanda akan mudah mengakhiri posisi sebagai pemuncak klasemen Grup C.

Skuad Belanda Posisi Kiper

Skuad Belanda di piala eropa 2020 nanti di posisi kiper akan dihuni oleh Jasper Cillesen yang kini bermain untuk Barcelona. Kemudian nama lainnya yakni Jeroen Zoet yang saat ini membela PSV Eindhoven. Bisa dipastikan keduanya akan bersaing ketat untuk memperebutkan posisi utama.

Namun yang patut digaris bawahi adalah penampilan Jasper Cilessen yang apik pada Piala Dunia 2014, pemain Barcelona tersebut menjadi kunci dari Belanda yang akhirnya harus puas di peringkat ke-3 waktu itu. Magisnya diharapkan mampu membawa Timnas Belanda berbicara lebih banyak dikancah Euro 2020 tahun ini.

Meskipun di Barceona jarang diturunkan sebagai pemain inti, Cilessen tetap sosok kiper yang fantastis untuk Timnas Belanda.

Skuad Belanda Posisi Lini Belakang

Sedangkan di lini belakang duet palang pintu tim tetap akan dipercayakan oleh Matthijs De Ligt dan juga Virgil Van Dijk. Terbukti keduanya benar-benar tampil luar biasa. Apalagi sosok Virgil Van Dijk yang tahun lalu masuk nominasi sebagai Ballon D’or.

Kesuksesan Van Dijk juga tidak terlepas dari perannya musim ini bersama Liverpool, di Liverpool ia menjelma sebagai sosok pemain bertahan yang tangguh dan susah ketika berhadapan satu lawan satu, jika permainannya konsisten bukan tidak mungkin Belanda bisa menjadi juara pada turnamen kali ini. Sangat menarik untuk ditunggu kiprah Virgil Van Dijk bermain bersama Timnas Belanda.

Skuad Belanda Posisi Lini Tengah

Sedangkan di lini tengah nama Frankie de Jong kemungkinan besar akan dipercayakan sebagai jenderal lapangan tengah tim dan juga dibantu oleh dua rekan seniornya yakni Marteen De Roon dan juga Georginio Wijnaldum dalam upaya membangun serangan tim.

Wijnaldum musim ini tampil cemerlang bersama Liverpool, diposisi tengah ia menjelma sebagai sosok yang sangat vital ketika memerankan sebagai penyeimbang antara bertahan dan menyerang. Peran krusial ini dimainkannya dengan sangat baik ketika diturunkan Liverpool pada semua ajang

Hingga saat ini Wijnaldum menjadi pemain penting yang membuat Liverpool kokoh di puncak klasemen Liga Inggris, berkat permainannya di lini tengah Liverpool sangat kuat pada musim ini dan diprediksi meraih gelar Liga Inggris pada musim ini

Skuad Belanda Posisi Lini Depan

Sementara di lini depan, akan ada trisula maut yakni Ryan Babel, Memphis Depay dan juga Ouincy Promes. Menariknya ketiganya benar-benar menunjukkan sebagai penyerang yang berkualitas dalam urusan mencetak gol ke gawang lawan.

Memphis Depay yang kembali menunjukkan sinarnya setelah hengkang dari Manchester United, Depay tampil sangat produktif bersama timnya di Liga Domestik. Dengan ketajamannya tersebut diharapkan ia mampu menjadi lumbung gol untuk Belanda pada turnamen kali ini.

Memphis Depay yang dulu terpuruk bersama Manchester United kini sudah bangkit dan menunjukkan performa yang signifikan bersama Lyon musim ini, Depay sudah mencetak 9 gol dari semua laga yang telah dimainkannya bersama Lyon

Formasi

Jika bicara formasi skuad Belanda Euro 2020 nanti pelatih Ronald Koeman akan memainkan formasi 4-3-3. Dimana eks juru racik Everton tersebut tampaknya benar-benar inginkan permainan menyerang timnas Belanda kembali hidup seperti yang dilakukan beberapa tahun yang lalu ketika masih diperkuat oleh nama-nama tenar yang berlaga di Piala Dunia Afrika Selatan.

Terbukti dengan formasi tersebut De Oranje baik tampil di liga negara eropa dan juga kualifikasi Piala Eropa 2020 berhasil mengalahkan sejumlah negara-negara besar seperti tim nasional Jerman, Perancis dan juga menahan imbang 1-1 Belgia. Akan tetapi, perlu adanya sedikit perubahan lantaran formasi yang di terapkan mulai mudah dibaca lawannya. Hasilnya, pada babak kualifikasi Belanda harus menyerah 3-2 kontra Jerman.

Roenald Koeman sepertinya akan mencoba beberapa formasi lainnya untuk menjadi opsi ketika sedang menghadapi lawan yang memiliki lini pertahanan tangguh, ia sudah menyiapkan sedemikian bagus dan bersiap menatap Euro 2020 mendatang.

Dengan begitu Belanda akan semakin kuat ketika berhadapan dengan siapapun nantinya, dan berharap bisa menandingi kekuatan Timnas Jerman untuk Euro 2020 mendatang.

Analisa Skuad Belanda Euro 2020

Jika melihat dari skuad Belanda yang akan berjuang di Euro 2020. Peluang De Oranje untuk keluar sebagai juara terbuka lebar. Pasalnya, Koeman benar-benar menyiapkan para pemainnya dengan sangat baik selama di laga international.

Menarik untuk di tunggu apakah tim nasional Belanda mampu membawa pulang trofi bergengsi di benua biru tersebut selepas pensiunnya Arjen Robben dan juga Wesley Sneidjer. Dua sosok yang sangat legendaris bersama Timnas Belanda pada musimnya.

Banyak bermunculan pemain muda yang sangat berbakat dari Timnas Belanda, Roenald Koeman sangat berani untuk memainkan pemain muda yang berbakat. Jadi menarik untuk ditunggu kiprah Roenal Koeman dengan Timnas Belanda di Euro 2020 mendatang.

Meskipun bermunculan nama-nama baru dari Timnas Belanda tidak menjadi menutup kemungkinan akan memunculkan bintang baru pada gelaran Turnamen Euro 2020 mendatang. Melihat potensi yang dimiliki oleh Timnas Belanda pada musim ini.

Pintu juara sangat terbuka lebar untuk Timnas Belanda pada tahun ini, dengan pemain yang sangat kompetitif. Pengamat memprediksikan Belanda bisa bersaing dengan Jerman dan bahkan bisa bertemu di partai puncak nantinya.


Profil Skuad Austria di Piala Eropa 2020 – Austria telah mengumumkan skuad mereka yang akan bersaing di pentas kompetisi Piala Eropa 2020. Hingga saat ini mereka sudah mengumpulkan sebanyak empat puluh nama. Nantinya jumlah tersebut akan dipangkas hingga dua puluh tiga pemain untuk ajang piala Eropa 2020.

Tentunya ada sebagian besar namanya akan dicoret dan sebagian juga nama yang akan dibawa di pentas sepakbola terakbar di benua Eropa tersebut. Nama-nama seperti Konrad Laimer dan Sabitzer masuk dalam daftar pemain yang dipanggil.

Profil Skuad Austria di Piala Eropa 2020

Seperti yang diketahui Austria memang bukanlah klub unggulan di ajang Piala Eropa 2020 ini. Akan tetapi beberapa nama pemain mereka di musim ini sedang dalam performa yang luar biasa bersama klubnya.

Marcel Sabitzer, Konrad Laimer, dan David Alaba menjadi nama-nama yang sedang panas di Bundesliga. Bersama dengan RB Leipzig dan Bayern Munchen pemain-pemain tersebut mampu bersaing di papan atas Bundesliga Jerman.

Walaupun bukan merupakan tim unggulan, Austria tidak bisa dianggap remeh. Belakangan memang persepakbolaan mereka sudah mulai mengalami peningkatan. Bahkan salah satu klub mereka Red Bull Salzburg sempat menjadi tim kuda hitam di Champions League musim ini.

Tentunya timnas dari Austria berpeluang untuk menjadi penantang serius bagi tim unggulan di Piala Eropa 2020. Berada dibawah asuhan tangan dingin Franco Foda, Austria mampu lolos ke fase grup Piala Eropa 2020.

Tentu saja ambisi mereka bukan hanya sekedar lolos ke Piala Eropa 2020. Austria tentunya ingin bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Walaupun begitu tentu tidaklah mudah, karena tim seperti Prancis, Portugal, Italia maupun Spanyol dan Jerman sedang dalam performa impresif.

Akan tetapi tim asuhan Franco Foda tidak takut untuk menghadapi tim unggulan di Piala Eropa 2020. Austria bergabung di grup C, mereka berada satu grup dengan Timnas Ukraina, Belanda dan antara Georgia, Belarusia, ataupun Kosovo. Ketiga nama terakhir masih berjuang di babak play-off.

Austria tergabung di grup yang cukup berat. Mereka harus menghadapi lawan yang tangguh untuk lolos ke babak selanjutnya. Terlebih Italia dan Belanda sedang dalam performa yang impresif.

Pesaing mereka, Belanda yang babak kualifikasi pun tampil cukup ganas. Mereka tidak pernah kesulitan untuk mencetak gol dan memiliki pertahanan yang cukup kokoh. Franco Foda tentunya paham dengan situasi yang akan dihadapi oleh anak asuhnya di Piala Eropa 2020.

Sektor Penjaga Gawang

Franco Foda memanggil beberapa nama di posisi penjaga gawang. Salah satu nama yang mungkin santer terdengar adalah Cici Stankovic. Dirinya bermain bersama RB Salzburg di musim ini dan sempat melakukan beberapa penampilan apik kala menghadapi Liverpool di Champions League.

Franco Foda telah mengantongi enam nama penjaga gawang yang akan bersaing untuk memperebutkan slot ke piala Eropa 2020. Dari beberapa nama tersebut diantaranya adalah Cici Stankovic (RB Salzburg), Hans Lindner (SV Wehen Wiesbaden), Pavao Pervan (VfL Wolfsburg), Alexander Schlager (LASK), Jörg Siebenhandl (Strum Graz), Richard Strebinger (Rapid Wien).

Dari sejumlah nama di atas tentunya akan diseleksi kembali dan akan dibawa ke ajang Piala Eropa 2020. Di mana Franco Foda kemungkinan hanya akan mengantongi tiga nama yang akan dibawa di ajang tersebut.

Dari ketiga nama tersebut terdapat satu penjaga gawang inti dan dua penjaga gawang cadangan. Tentunya persaingan untuk menjaga gawang akan cukup ketat dan selektif sebagaimana mestinya. Karena pada akhirnya hanya akan ada tiga pemain yang dibawa.

Pemain Bertahan

Pemain bertahan adalah posisi yang paling disoroti oleh Austria. Franco Foda tentunya harus benar-benar selektif untuk memilih pemain belakang. Pasalnya pertahanan akan sangat penting bagi mereka dalam gelaran Piala Eropa 2020.

Terdapat beberapa nama pemain yang sudah cukup santer terdengar. Salah satunya adalah Aleksandar Dragovic. Pemain yang musim ini bermain bersama Leverkusen ini akan menjadi andalan Austria untuk mengawal pertahanan mereka.

Bukan hal yang mengejutkan ketika Franco Foda memilih Dragovic sebagai salah satu pemain yang mendapat kesempatan untuk membela Timnas Austria. Pengalamannya tampil di kompetisi Eropa tidak perlu diragukan lagi.

Terdapat dua belas nama pemain yang akan bersaing untuk menjadi bagian dari skuad timnas Austria di Piala Eropa 2020. Dari beberapa nama tersebut, terdapat beberapa nama pemain senior seperti Sebastian Prodl.

Dari dua belas pemain tersebut berikut adalah nama-namanya, Aleksandar Dragović (Bayer Leverkusen), Marco Friedl (Werder Bremen), Martin Hinteregger (Eintracht Frankfurt), Stefan Lainer (Bor. Mönchengladbach), Philipp Lienhart (SC Freiburg), Stefan Posch (1899 Hoffenheim), Sebastian Prödl (Watford FC)

Selain itu terdapat beberapa nama seperti, Christopher Trimmel  (FC Union Berlin), Maximilian Ullmann (Rapid Wien), Andreas Ulmer (RB Salzburg), Albert Vallci (RB Salzburg), Max Wöber (RB Salzburg).

Sektor Lini Tengah

Lini tengah menjadi sektor yang jumlah pemainnya paling banyak. Di mana Franco Foda memanggil lima belas nama yang akan bersaing untuk lolos ke gelaran Piala Eropa 2020. Nama David Alaba dan Marcel Sabitzer menjadi pemain yang mendapat kesempatan untuk lolos membela Timnas Austria di Piala Eropa 2020.

Setengah dari Timnas Austria terbilang cukup solid, beberapa nama dari pemain-pemain mereka saat ini sedang dalam performa impresif. Konrad Laimer dan Marcel sabitzer bersama dengan RB Leipzig di musim ini sedang dalam performa impresif.

Sedangkan David Alaba sebenarnya pemain ini adalah pemain yang serba bisa. Bersama dengan Bayern Munchen dirinya musim ini lebih sering dimainkan di posisi bek tengah. Akan tetapi di Timnas Austria, Alaba biasa ditempatkan di posisi gelandang Bertahan.

Ada sebanyak 15 nama yang telah dipanggil oleh Franco Foda berikut adalah nama-nama pemain tersebut, David Alaba (Bayern München), Julian Baumgartlinger (Bayern Leverkusen), Thomas Goiginger (LASK), Florian Grillitsch (1899 Hoffenheim), Stefan Ilsanker (RB Leipzig), Florian Kainz (1. FC Köln), Konrad Laimer (RB Leipzig), Valentino Lazaro (Inter Milan), Reinhold Ranftl (LASK), Marcel Sabitzer (RB Leipzig).

Selain itu masih ada beberapa nama yang dipanggil, Louis Schaub (1. FC Köln), Xaver Schlager (VFL Wolfsburg), Alessandro Schöpf (FC Schalke 04), Kevin Stöger (Fortuna Düsseldorf), Peter Žulj (RSC Anderlecht).

Sektor Lini Depan

Lini depan tidak menjadi hal yang perlu diragukan lagi bagi Timnas Austria. Sang manajer Franco Foda telah mengantongi 7 nama yang akan bersaing untuk membela Timnas Austria di Piala Eropa 2020.

Nama Marko Arnautovic menjadi langganan untuk mengisi lini depan Austria. Mantan pemain West Ham United tersebut memang merupakan pemain yang cukup apik. Selain Marko Arnautovic, nama seperti Gaudio Burgstalller menjadi andalan di Lini depan.

Dari 7 nama pemain yang akan dibawa oleh Franco beberapa di antaranya adalah, Marko Arnautović (Shanghai SPIG), Guido Burgstaller (FC Schalke 04), Michael Gregoritsch (FC Augsburg), Lukas Hinterseer (Hamburg SV), Marc Janko, Karim Onisiwo (1. FSV Mainz 05), Hannes Wolf (RB Leipzig).

Nama-nama tersebut masih harus bersaing untuk memperebutkan tempat mereka di skuad timnas Austria pada gelaran Piala Eropa 2020. Demikian informasi yang dapat kami berikan kepada anda semua mengenai profil Austria yang mungkin di butuhkan saat anda melakukan judi bola di piala eropa 2020 nanti